Menkominfo: Penentuan Tarif Mobile Data Harus Perhatikan Dua Aspek Ini

Tarif layanan data yang dinilai masih mahal kerap dikeluhkan oleh para pengguna jasa telekomunikasi. Namun begitu, penyedia jasa telekomunikasi atau operator mengaku bahwa tarif yang ditawarkan sangat bersahabat. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin perang tarif bakal terjadi kembali. Menteri Komunikasi dan Informasi RI, Rudiantara pun angkat bicara terkait kondisi ini.

Menteri yang akrab dengan sapaan Chief RA ini pun menghimbau, penentuan tarif layanan yang ditawarkan oleh operator harus memiliki dua aspek utama. Pertama, terangnya, tarif yang ditawarkan haruslah memperhatikan kepentingan konsumen. Selain itu, tarif yang ditawarkan juga harus melihat keberlangsungan hidup operator tersebut.

Lebih jauh lagi Chief RA menjabarkan, setiap penyedia jasa telekomunikasi di Indonesia memiliki biaya operasional sendiri yang harus dipenuhi. “Oleh sebab itu, tarif yang ditawarkan tidak boleh sampai memberatkan perusahaan,” terang Menkominfo. Dalam diskusi bertajuk Mencari Format Tarif Mobile Data Ideal, Chief RA mengusulkan, jika tarif murah tersebut memang untuk promosi, harus diberi batasan waktu.

“Jangan sampai kebablasan,” tegasnya. Hal senada juga diamini oleh Pengurus Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia atau ATSI, Yessie D. Yosetya. Menurutnya, kedua aspek yang disampaikan oleh Chief RA memang harus diperhatikan. Seperti diketahui, Indonesia merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan pengguna seluler terbesar di dunia.

Studi dari GSM Intelligence pada Oktober 2016 lalu menyebut, hingga 2020 nanti akan lebih dari 241 juta mobile subcriber riil di Indonesia. Sementara itu, Lembaga riset digital marketing, Emarketer memperkirakan, pada 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang. Ketua YLKI, Tulus Abadi mengatakan, layanan data sebaiknya tidak membuat pengguna dalam posisi memilih susuatu yang pahit, karena tidak ada layanan lain yang tersedia.

Sedangkan Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia atau BRTI, Ketut Prihadi menuturkan, dari sisi ekosistem bisnis semua harus diuntungkan atau win-win solution. Penyelenggara jasa seluler harus mendapatkan keuntungan dari bisnis mobile data agar layanan data tetap berlangsung. Di sisi lain, penyelenggara jasa seluler harus melakukan efisiensi agar harga jual data ke konsumen dapat memenuhi keterjangkauan konsumen. (AR)

Related posts

Leave a Comment